Disaat IHSG sedang tertekan seperti saat ini tentu investor merasa khawatir bila investasi terus menurun, namun disisi lain terdapat potensi untuk rebound dan bisa saja investor ketinggalan kereta. Untuk itu diperlukan suatu strategi untuk menghindari berbagai kemungkinan buruk yang dapat saja terjadi. Salah satunya adalah diversifikasi.

Diversifikasi sering diartikan sebagai tindakan memperkecil resiko investasi dengan cara mengalokasikan uang kita pada lebih dari satu aset investasi. Dengan demikian, jika salah satu aset kita mengalami kerugian, setidaknya kerugian tersebut tidak terlalu besar karena masih ditutupi oleh keuntungan pada aset lainnya.

Diversifikasi sebenarnya dapat dilakukan dengan cara yang efektif dan sederhana. Di samping itu, diversifikasi tidak hanya berlaku pada saham, namun bisa dikombinasikan dengan aset-aset lain, seperti surat hutang dan deposito. Karena yang terpenting adalah memperkecil risiko investasi.

Di sini, kita akan melakukan analisa cara diversifikasi sederhana pada pasar saham melalui korelasi. Korelasi diterjemahkan sebagai hubungan dari arah pergerakan antara dua indeks sektor saham. Jika kedua indeks sektoral sama-sama bergerak naik, maka dikatakan berkorelasi positif atau searah. Sedangkan jika salah satu indeks sektoral bergerak naik dan yang lainnya bergerak turun, maka dikatakan berkorelasi negatif atau berlawanan arah.

Sehubungan dengan banyaknya saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), maka dikesempatan ini hanya menggunakan sebelas sektor saham yang terdapat di BEI. Sektor saham yang dicari adalah yang mempunyai korelasi negatif atau korelasi positif yang paling kecil. Periode perhitungan korelasi menggunakan return harian indeks sektoral dari 2021 hingga 2026. Berikut adalah tabel matriks korelasi antar sektor saham

""

Dari hasil pengamatan di atas tampaknya tidak ada sektor saham yang berkorelasi negatif. Namun setidaknya terdapat beberapa sektor yang memiliki korelasi antar sektornya relatif kecil (di bawah 0.4). Sektor Kesehatan dan teknologi memiliki korelasi paling rendah dengan hampir semua sektor lain (rata-rata di bawah 0.30). Sementara korelasi tertinggi terlihat antara sektor Keuangan dengan Properti & Real Estate serta antara Energi dengan Barang Baku.

Sektor Kesehatan dan Teknologi berkorelasi kecil diasumsikan karena perusahaan-perusahaan dari sektor tersebut memiliki sumber pendapatan atau penjualan yang berbeda. Perusahaan kesehatan lebih bergantung pada kebutuhan dasar masyarakat yang relatif stabil sementara sektor teknologi lebih dipengaruhi oleh inovasi dan tren global. Harga komoditas dan suku bunga tidak ada kaitannya secara langsung dengan kedua sektor ini.

Sektor Keuangan dan Energi juga berkorelasi relatif kecil diasumsikan Perusahaan dari sektor Energi menggantungkan penjualannya pada pergerakan harga komoditas, sedangkan perusahaan dari sektor keuangan menggantungkan penjualannya pada pergerakan suku bunga dan pertumbuhan kredit.

Harga komoditas tambang dan suku bunga tidak ada kaitannya secara langsung. Harga komoditas tambang lebih condong dipengaruhi oleh pergerakan harian harga minyak mentah dan nilai tukar mata uang. Jika harga minyak mentah cenderung naik, maka harga komoditas jenergi uga akan naik. Nilai tukar mata uang berpengaruh pada besarnya penjualan ekspor dimana pelemahan rupiah dapat berdampak pada keuntungan kurs.

Sedangkan pergerakan suku bunga lebih dipengaruhi oleh tingkat inflasi dalam negeri dan kebijakan ekonomi dalam negeri. Jika tingkat inflasi cenderung meningkat, maka suku bunga juga akan cenderung dinaikkan. Kebijakan ekonomi berpengaruh pada pergerakan suku bunga karena jika pemerintah menerapkan kebijakan ekonomi yang ekspansif, maka suku bunga akan cenderung diturunkan, dan sebaliknya.

Dengan konflik iran yang masih memanas dan membuat harga energi melonjak maka sektor energi dapat diuntungkan, berdasarkan tabel korelasi diatas sektor barang baku yang justru akan ikut bergerak searah dengan sektor energi

Pun demikian, jika anda ingin melakukan diversifikasi pada investasi saham untuk memperkecil risiko dan telah memilih salah satu sektor maka ada baiknya melakukan diversifikasi dengan mencari saham dari sektor lain yang korelasinya paling kecil. Harap diingat bahwa kesimpulan ini didapat dari kinerja historis dan hasilnya dapat berbeda bila periode pengamatan dirubah.

Happy Investing!