Maaf, Untuk Menggunakan Website Ini Silakan Akftifkan Javascript


Lupa Password ?

Beda DIRE & Reksa Dana

Apa Bedanya DIRE Dengan Reksa Dana?

1. Perbedaan DIRE Dengan Reksa Dana?

Meskipun DIRE berbentuk KIK dan strukturnya mirip dengan reksa dana, tetapi DIRE bukan reksa dana. Ada beberapa karakteristik khusus yang tidak sesuai dengan batasan reksa dana saat ini, contohnya reksadana diharamkan meminjam dana dari pihak lain untuk berinvestasi, sedangkan DIRE diperbolehkan untuk meminjam uang saat membeli aset real estat dengan syarat pinjaman tersebut tidak melebihi 30% dari nilai aset tersebut.

3. Apa yang Menjadi Keunggulan dari DIRE?

DIRE mempunyai keunggulan dalam perpajakan, di sejumlah negara DIRE tidak dikenakan pajak penghasilan pada tingkat perusahaan, misalnya perusahaan properti biasa apabila mendapat penghasilan dari menyewakan propertinya akan dikenakan pajak penghasilan tetapi tidak pada DIRE. Namun pendapatan berupa dividen yang diterima pemodal akan dikenakan pajak.

Namun untuk mendapat perlakuan khusus tersebut, ada beberapa batasan bagi DIRE. Batasan ini didasarkan pada pemikiran bahwa DIRE adalah investasi jangka panjang dan investasi pasif. Oleh karena itu DIRE tidak boleh bertindak seperti operating company, maksudnya DIRE dilarang untuk memperjual-belikan aset propertinya secara aktif dalam waktu yang singkat. Tetapi pembatasan DIRE sendiri berbeda-beda disetiap negara.

Tetapi di Indonesia sendiri belum ada kepastian mengenai pajak untuk DIRE.

Buletin Infovesta
Berita
Artikel Infovesta
Potensi Koreksi Bursa Saham
Sabtu, 22-Aug-2015
Seiring dengan tren perlambatan ekonomi di pasar global, pasar saham internasional mulai berjatuhan. Sejak awal tahun hingga 20 Agustus 2015 indeks Dow Jones Industrial Index (DJIA) telah minus 3.53%, London FTSE 100 minus 1.42% , Singapore Strait Times Index (STI) minus 9.65% dan Kuala Lumpur Composite Index minus 10.44%. IHSG (Indeks harga Saham Gabungan) sendiri selain dikepung oleh sentimen negatif dari regional juga didera katalis negatif dari dalam negeri seperti perlambatan pertumbuhan ekonomi, kurs USD yang sudah melemah 11% dan terus bergerak menuju 14000/USD dan juga tren investor asing yang terus melakukan penjualan. Sebagai akibatnya bursa saham Indonesia sudah minus 15.02%.Baca Selengkapnya...
Radio PAS FM Jakarta