Maaf, Untuk Menggunakan Website Ini Silakan Akftifkan Javascript

  • INDONESIA

Adalah indeks yang dikembangkan oleh PT. Infovesta Utama sebagai sarana indikator untuk melihat perkembangan kinerja reksa dana di Indonesia. Latar belakang dibuatnya indeks ini adalah sebagai acuan bagi investor untuk melihat kinerja dari masing-masing jenis reksa dana mengingat jumlah reksa dana semakin bertambah dari waktu ke waktu. Terdapat 3 Indeks Reksa Dana yang dikembangkan oleh Infovesta yaitu :

  1. Infovesta Fixed Income Fund Index / Indeks Reksa Dana Pendapatan Tetap (IRDPT)

  2. Infovesta Equity Fund Index / Indeks Reksa Dana Saham (IRDSH)

  3. Infovesta Balanced Fund Index / Indeks Reksa Dana Campuran (IRDCP)

  4. Infovesta Money Market Fund Index/ Indeks Reksa Dana Pasar Uang (IRDPU)


Metode dan Kriteria Perhitungan :

  1. Reksa Dana memiliki dana kelolaan minimal Rp25 miliar.

  2. Perhitungan Indeks Menggunakan konsep Equal Weighted / rata-rata biasa, artinya seluruh reksa dana mendapat bobot yang sama. Berbeda dengan saham dimana jumlah dana yang dibutuhkan untuk membeli setiap 1 lot saham berbeda tergantung harga sahamnya, investor dapat membeli seluruh reksa dana dengan nominal yang sama. OIeh karena itu, kinerja Indeks Reksa Dana Infovesta mencerminkan perkembangan dana investor jika menempatkan jumlah dana yang sama pada seluruh reksa dana.

  3. Perhitungan indeks tidak memasukkan unsur dividen dan pembagian hasil (jika ada)

  4. Nilai indeks reksa dana dimulai dari 1000, dimana periode awal untuk masing-masing indeks adalah 2 Januari 2001. Sementara pada Reksa Dana jenis Pasar Uang, perhitungan indeks dimulai sejak 28 Desember 2012.

Adalah Indeks Obligasi yang dikembangkan oleh PT. Infovesta Utama untuk digunakan sebagai indikator pembanding dalam menilai kinerja Reksa Dana Pendapatan Tetap. Latar belakang dikembangkan indeks ini disebabkan karena pada saat indeks tersebut dibuat, acuan yang dapat digunakan untuk membandingkan kinerja reksa dana pendapatan tetap masih sangat terbatas. Terdapat 3 jenis indeks obligasi yang dikembangkan yaitu :

  1. Infovesta Government Bond Index (IGBI)

  2. Infovesta Corporate Bond Index (ICBI)

  3. Infovesta Syariah Bond Index (ISBI)


Metode dan Kriteria Perhitungan :

  1. Obligasi yang dipilih adalah :

    • Obligasi pemerintah berbasis kupon tetap (Fixed Rate) untuk IGBI

    • Obligasi korporasi berbasis kupon tetap (Fixed Rate) untuk ICBI

    • Obligasi Korporasi Syariah berbasis Sewa (Ijarah) untuk ISBI

  2. Menggunakan Weighted Average (rata-rata tertimbang) berdasarkan nominal jumlah obligasi yang beredar yang diupdate secara harian

  3. Kenaikan atau penurunan indeks telah memperhitungkan 3 faktor antara lain :

    • Kenaikan / penurunan harga masing-masing obligasi

    • Akumulasi kupon harian obligasi

    • Hasil reinvestasi kupon obligasi pada tingkat suku bunga sebesar YTM (Yield To Maturity) masing-masing obligasi

  4. Periode update date adalah harian

  5. Nilai Indeks pertama kali adalah 1000, dimana periode awal untuk masing-masing indeks adalah sebagai berikut :

    • IGBI 1 Januari 2001

    • ICBI dan ISBI 3 Oktober 2005

Selain IGBI yang dikembangkan oleh PT. Infovesta Utama, masih terdapat beberapa indeks serupa untuk obligasi pemerintah seperti HSBC Bond Index, Indeks Obligasi yang dikembangkan oleh Bursa Efek yang terdiri dari Price Index, Yield Index dan Total Return Index serta Indeks Obligasi yang dikembangkan oleh ABF (Asian Bond Fund) yang digunakan sebagai acuan ETF Obligasi yang diterbitkan oleh PT. Bahana TCW Investment Management. Perbedaan utama cara perhitungan IGBI dengan indeks obligasi lainnya adalah terdapat pada metode perhitungan indeks, dimana umumnya perhitungan indeks tersebut hanya memasukkan obligasi yang memiliki masa jatuh tempo di atas 1 tahun, update jumlah nominal yang bisa dilakukan setiap bulan, serta tidak memasukkan hasil reinvestasi kupon obligasi.