Maaf, Untuk Menggunakan Website Ini Silakan Akftifkan Javascript

Investasi Reksa Dana

Apa Saja Kunci Sukses Dalam Berinvestasi Pada Reksa Dana ?

1. Apakah lebih baik Bermain Saham Langsung atau Berinvestasi di Reksa Dana Saham?

Mungkin ini salah satu pertanyaan yang juga membuat anda bingung, sebenarnya hal ini kembali kepada masing-masing individu. Pada dasarnya reksa dana adalah suatu wadah untuk berinvestasi bagi investor yang :

  • • Dananya pas-pasan saja sehingga sulit untuk membeli suatu instrument (misalnya obligasi) apalagi untuk mendiversifikasinya portofolionya.

  • • Tidak memiliki waktu yang cukup untuk mengelola investasinya. Dimana reksa dana sudah ada manajer investasi yang mendedikasikan waktunya untuk mengelola dana.

Untuk bermain langsung dibursa investor membutuhkan banyak hal, antara lain modal yang cukup, sumber informasi yang terpercaya dan sebagainya. Sehingga menurut pendapat saya untuk investor pemula lebih baik mencoba dulu lewat reksa dana saham.

2. Bagaimana Kunci Sukses Berinvestasi di Reksa Dana?

Yang terpenting adalah jangan terlalu mudah panik dan terpancing euforia pasar. Jika memang bulan ini minus, mungkin beberapa saat lagi akan naik dengan sendirinya. Juga jangan mudah termakan gosip. Untuk jangka waktu investasi anda sebaiknya jangka panjang karena biasanya untuk jangka panjang reksa dana jarang mengalami minus yang dapat merugikan.

Dan pilihlah perusahaan pengelola reksa dana dengan latar belakang yang bagus dan stabilitas serta likuiditas yang sudah teruji. Untuk mengetahui lebih dalam mengenai reksa dana yang ingin anda pilih, dapat dilihat pada www.infovesta.com.

3. Apakah Reksa Dana dengan NAB Tinggi karena Banyak Investor yang Masuk ke sana?

Reksa dana bisa memiliki NAB yang tinggi bukan hanya karena banyak investor yang masuk tetapi bisa juga karena keuntungan yang didapat oleh reksa dana tersebut atas transaksi (contohnya mendapatkan dividen) yang dilakukannya.

4. Apakah ada Reksa Dana yang Risikonya Kecil Tapi Untungnya Lumayan?

Reksa dana merupakan sarana investasi yang adil, biasanya reksa dana yang risikonya lebih besar akan memberikan nilai return yang lebih besar pula. Tetapi tidak semua reksa dana sama, ada beberapa reksa dana yang memiliki risiko kecil dengan untung yang lumayan. Informasi tersebut bisa anda dapatkan dengan bergabung dalam www.infovesta.com.

5. Bagaimana Memilih Reksa Dana yang Tepat?

Ada dua hal yang paling dihindari oleh para investor, yaitu: kerugian yang besar dan penyesalan. Secara sederhana investasi yang baik adalah investasi yang disesuaikan dengan kondisi finansial masing-masing, tujuan yang ingin dicapai serta jangka waktunya.

6. Bagaimana cara Mengetahui Mengenai Reksa Dana yang Bagus dan Aman?

Setiap reksa dana memiliki risiko, tidak ada reksa dana yang tanpa risiko. Tetapi tingkat risiko masing-masing reksa dana akan berbeda-beda yang akan berbanding lurus dengan returnnya (dapat dilihat pada penjelasan jenis-jenis reksa dana). Kinerja reksa dana dapat di ukur, salah satunya dengan membandingkan return reksa dana dengan indeks.

7. Cara Menjadi Investor yang bisa dibilang Handal?

Untuk menjadi seorang investor yang handal, investor harus terlebih dahulu harus tahu tujuan berinvestasi, timeline dan besarnya uang yang akan di investasikan untuk mencapai tujuan. Sehingga dari situ investor akan tahu kira-kira mana reksa dana yang cocok untuknya berinvestasi. Serta perlunya pengontrolan untuk reksa dana yang dipilihnya, apakah reksa dana yang dipilihnya sudah sesuai.

8. Bisakah Berinvestasi Reksa Dana secara On Line?

Mayoritas perusahaan penyelenggara reksadana mempunyai cabang di beberapa kota. Beberapa reksadana juga dijual melalui selling agent (bank) yang tentunya tersebar di hampir seluruh penjuru negeri. Cara termudah adalah kontak langsung ke perusahaan penyelenggara reksadana, tanyakan mengenai profil/produk mereka, dan bila perlu, mintalah untuk dikirimkan prospektus produk mereka.

Alternatif lainnya, perusahaan penyelenggara reksadana mempunyai situs mereka masing-masing. Anda cukup download prospektus mereka, dan bila tertarik, download juga form pembelian mereka. Anda tinggal melakukan transfer ke bank kustodian, mengisi form pembelian, dan mengirimkan ke perusahaan penyelenggara. Mereka akan mengkonfirmasikan subscription Anda. Atau anda dapat melihatnya dalam www.infovesta.com.

9. Apakah bisa Berinvestasi dengan Tenang disalah satu Bank yang Dipercaya?

Pada dasarnya setiap bank itu sama, jika bank yang anda percaya merupakan bank kustodian suatu perusahaan reksa dana, maka anda dapat melakukan investasi ke perusahaan reksa dana dengan melalui bank kustodiannya.

Sebenarnya walaupun anda percaya tetap saja anda harus memonitor kinerja reksa dana, karena turun naiknya reksa dana tidak bergantung pada bank kustodiannya. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai fungsi-fungsi bank kustodian anda dapat membacanya pada topik "Istilah-Istilah Dalam Reksa Dana.

Bagaimana menjual saham yang disuspensi?

05-Jun-2021, Oleh: Wawan Hendrayana

Disaat pandemi ini terdapat beberapa emiten saham yang secara bisnis menurun dan mengalami kesulitan hingga beberapa mengajukan PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang). Emiten ini umumnya akan terkena suspensi pada perdagangan bursa, lalu bagaimana dengan pemegang saham nya? Apakah ada cara untuk menjual saham yang terkena suspensi?


Simpang Jalan Reksadana Terproteksi

22-May-2021, Oleh: Wawan Hendrayana

Industri reksadana yang terus berkembang melahirkan beberapa jenis reksa dana salah satunya reksadana terproteksi yang kini sedang menjadi sorotan terkait beberapa kasus gagal bayar isi portfolionya. Sekilas reksadana ini mirip dengan reksa dana pendapatan tetap, Sama-sama berbasis obligasi, sama-sama ditujukan untuk investor konservatif dengan jangka waktu investasi 3 ? 5 tahun, Jadi apa perbedaannya?


Ekonomi Tampak Membaik, Mengapa Indeks Saham Susah Bullish?

20-May-2021, Oleh: Praska Putrantyo

Merebaknya kasus Covid-19 di India memicu kekhawatiran pasar finansial terhadap berlanjutnya pandemi di tahun 2021. Tercatat, India mengalami lonjakan kasus baru di atas 100 ribu sejak memasuki April 2021 per hari. Tak hanya itu, isu peningkatan kasus Covid-19 juga terjadi di beberapa negara Asia lainnya, seperti Malaysia dan Singapura hingga perlu dilakukan penutupan aktivitas secara ketat (lockdown). Kabar tersebut mengaburkan kabar-kabar positif di mana sebelumnya, terdapat sejumlah rilis data-data ekonomi dari negara-negara besar, seperti Amerika Serikat (AS) dan China juga sangat positif. Pertumbuhan ekonomi AS per kuartal I-2021 secara tahunan naik 6,4% lebih baik dari periode sebelumnya. Demikian juga China dengan pertumbuhan ekonomi di periode yang sama naik 18,3% secara tahunan.


Sell In May & Go Away

08-May-2021, Oleh: Wawan Hendrayana

Pasar saham di Indonesia sedang cenderung lesu di kuartal pertama, terlihat dari kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang pernah mencapai 7% pada bulan Januari dan terus menurun hingga akhir April hanya positif 0.28% atau kembali ke awal. Lesunya kinerja di 2021 ini karena pertumbuhan ekonomi yang memang masih terkontraksi dan juga kekhawatiran atas gelombang pandemi yang kembali memanas terutama di India. Meski demikian potensi kenaikan saham tetap ada, diantaranya banyak ekonom yakin pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua akan positif.


Saham Lesu, Apakah Investor Perlu Khawatir?

05-May-2021, Oleh: Praska Putrantyo

Gejolak pasar saham akibat pandemi Covid-19 nyatanya masih berlanjut di tahun 2021. Hal tersebut berdampak terhadap kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak 4 Januari 2021 hingga 30 April 2021 yang mencatatkan kinerja negatif sebesar -1,79% ke level 5.996. Penurunan IHSG terdalam terjadi di bulan Maret 2021 sebesar -4,11% di mana sektor Properti dan Manufaktur menjadi sektor penyumbang penurunan terbesar yaitu 12,39% dan 12,36%.


Klik Tautan Ini Untuk Melihat Artikel Lainnya...