Ada 2 lembaga yang mempunyai reputasi internasional yaitu :
Penilaian ditentukan melalui kode tertentu, sesuai dengan tradisi yang dimiliki masing-masing lembaga. Di Indonesia, lembaga rating demikian ditangani oleh PT Pefindo (Peringkat Efek Indonesia).
Interpretasi standard rating menurut Standard's & Poor dan Moody's
|
Standard's & Poor's
|
Moody's |
Interpretasi
|
|
AAA
|
Aaa
|
Kualitas tinggi - resiko min
|
|
AA
|
Aa
|
Kualitas tinggi - resiko rendah
|
|
A
|
A
|
Kualitas menengah tinggi - resiko tinggi
|
|
BBB
|
Baa
|
Kualitas menengah - resiko menengah
|
|
BB
|
Ba
|
Kualitas menengah rendah - agak spekulatif |
|
B
|
B
|
Kualitas rendah - spekulatif
|
|
CCC
|
Caa
|
Kualitas sangat rendah - spekulatif
|
|
CC
|
Ca
|
Tingkat spekulasi tinggi, mendekati gagal
|
|
C
|
-
|
Tidak membayar bunga
|
|
-
|
C
|
Kualitas sangat rendah
|
|
DDD
|
DD, D
|
Gagal
|
Interpretasi standard rating menurut Pefindo
|
idAAA |
Memiliki kapasitas superior dalam long-term financial commitments dibandingkan dengan obligor lainnya. |
|
idAA |
Hanya berbeda tipis dengan idAAA, tingkat idAA berarti memiliki kapasitas yang sangat kuat dalam long-term financial commitments dibandingkan dengan obligor lainnya. |
|
idA |
Memiliki kapasitas kuat dalam long-term financial commitments dibandingkan dengan obligor lainnya, namun lebih sensitif terhadap efek yang pasif dan perubahan situasi dan kondisi ekonomi. |
|
idBBB |
Memiliki kapasitas cukup atau memadai dalam long-term financial commitments dibandingkan dengan obligor lainnya. Namun, kondisi ekonomi yang merugikan atau perubahan situasi dan kondisi lingkungan akan memperlemah kapasaitas obligor. |
|
idBB |
Memiliki kapasitas agak lemah dalam long-term financial commitments dibandingkan dengan obligor lainnya. Obligor menghadapi ketidakpastian secara terus menerus untuk melawan kondisi bisnis, keuangan dan ekonomi yang memubat kapasitas obligor menjadi tidak memadai. |
|
idB |
Memiliki kapasitas yang lemah dalam long-term financial commitments dibandingkan dengan obligor lainnya. Melawan kondisi bisnis, keuangan dan ekonomi akan merusak kapasitas obligor. |
|
idCCC |
Kondisi obligor ini rentan dan bergantung pada kondisi bisnis dan keuangan yang membantu untuk mencapai financial commitments. |
|
idSD |
Gagal, namun masih ada kemungkinan mencapai financial commitments |
|
idD |
Gagal |
Rating idAA sampai idB dapat dimodifikasi dengan menambahkan tanda (+) atau (-) untuk menunjukkan seberapa kekuatan sesuai dengan kategori rating.
06-Jun-2026, Oleh: Wawan Hendrayana
Tahun 2026 merupakan "black swan" dalam investasi pasar modal Indonesia. Sebagai investor pasar modal, tentu kita pernah menghadapi berbagai gejolak seperti perang dagang, kenaikan harga minyak, perubahan kebijakan pemerintah, konflik geopolitik,pelemahan kurs, hingga rebalancing indeks global. Namun kali ini semuanya datang berbarengan. Perang dagang Amerika Serikat kembali memanas, harga minyak melonjak oleh eskalasi konflik Iran, pemerintah Indonesia mengeluarkan serangkaian perubahan kebijakan signifikan mulai dari fiskal, hukum hingga tata niaga ekspor komoditas SDA, sementara rebalancing indeks MSCI memangkas bobot Indonesia dari 1,15% ke 0,5% dalam waktu empat bulan saja. Belum pernah kita mengalami kombinasi tekanan sebanyak ini sekaligus dalam satu periode.
23-May-2026, Oleh: Wawan Hendrayana
Sudahkah anda mempersiapkan pensiun? Pertanyaan ini sering kali tertunda untuk dijawab karena merasa masa pensiun masih jauh, padahal justru semakin cepat dipersiapkan semakin ringan beban yang harus ditanggung. Salah satu instrumen yang dirancang khusus untuk tujuan ini adalah Dana Pensiun Lembaga Keuangan atau DPLK. Tidak hanya bermanfaat bagi pekerja, DPLK juga memberi nilai tambah bagi perusahaan yang mengikutsertakan karyawannya.
09-May-2026, Oleh: Wawan Hendrayana
Ditengah tren penguatan mata uang USD (United States Dollar) terhadap semua mata uang dunia termasuk Rupiah tentu menarik untuk berinvestasi dalam mata uang negara Amerika Serikat (AS) ini. Dengan potensi penurunan suku bunga The Fed yang lebih terbatas dan pertumbuhan ekonomi AS yang masih positif maka diperkirakan mata uang USD masih akan kuat dan bahkan dapat kembali terapresiasi, lalu bagaimana tren investasi dalam mata uang ini pada reksadana?
25-Apr-2026, Oleh: Wawan Hendrayana
Tahun 2026 sudah memasuki kuartal ke-2. Tahun yang semula digadang-gadang positif untuk pasar modal seiring ekspektasi penurunan suku bunga dan perbaikan pertumbuhan ekonomi, ternyata berbeda dari perkiraan analis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara year-to-date (YTD) per 23 April 2026 masih berada di teritori negatif 15% akibat tekanan geopolitik dan kekhawatiran atas fiskal Indonesia. Pun demikian, masih ada instrumen investasi yang menarik, salah satunya reksadana pasar uang.
10-Apr-2026, Oleh: Wawan Hendrayana
Industri reksadana Indonesia mengalami tahun yang sangat dinamis di awal 2026. Setelah rally kuat sejak pertengahan 2025 dan mencapai all time high pada Februari 2026, dana kelolaan reksadana mengalami koreksi di bulan Maret. Meski secara year to date masih mencatat kenaikan, perubahan month to month menunjukkan adanya pergeseran perilaku investor yang cukup jelas.