Maaf, Untuk Menggunakan Website Ini Silakan Akftifkan Javascript

Lembaga Pemeringkat Efek

Ada 2 lembaga yang mempunyai reputasi internasional yaitu :
 

  1. Standard's & Poor's
     
  2. Moody's
     
Penilaian ditentukan melalui kode tertentu, sesuai dengan tradisi yang dimiliki masing-masing lembaga. Di Indonesia, lembaga rating demikian ditangani oleh PT Pefindo (Peringkat Efek Indonesia).

 

Interpretasi standard rating menurut Standard's & Poor dan Moody's
 

Standard's & Poor's

 

 

Moody's

Interpretasi

 

 

 AAA

 

 

 Aaa

 

 

 Kualitas tinggi - resiko min

 

 

 AA

 

 

 Aa

 

 

 Kualitas tinggi - resiko rendah

 

 

 A

 

 

 A

 

 

 Kualitas menengah tinggi - resiko tinggi

 

 

 BBB

 

 

 Baa

 

 

 Kualitas menengah - resiko menengah

 

 

 BB

 

 

 Ba

 

 

 Kualitas menengah rendah - agak spekulatif

 B

 

 

 B

 

 

 Kualitas rendah - spekulatif

 

 

 CCC

 

 

 Caa

 

 

 Kualitas sangat rendah - spekulatif

 

 

 CC

 

 

 Ca

 

 

 Tingkat spekulasi tinggi, mendekati gagal

 

 

 C

 

 

 -

 

 

 Tidak membayar bunga

 

 

 -

 

 

 C

 

 

 Kualitas sangat rendah

 

 

 DDD

 

 

 DD, D

 

 

 Gagal

 

 


Interpretasi standard rating menurut Pefindo
 

 

idAAA

Memiliki kapasitas superior dalam long-term financial commitments dibandingkan dengan obligor lainnya.

idAA

Hanya berbeda tipis dengan idAAA, tingkat idAA berarti memiliki kapasitas yang sangat kuat dalam long-term financial commitments dibandingkan dengan obligor lainnya.

idA

Memiliki kapasitas kuat dalam long-term financial commitments dibandingkan dengan obligor lainnya, namun lebih sensitif terhadap efek yang pasif dan perubahan situasi dan kondisi ekonomi.

idBBB

Memiliki kapasitas cukup atau memadai dalam long-term financial commitments dibandingkan dengan obligor lainnya. Namun, kondisi ekonomi yang merugikan atau perubahan situasi dan kondisi lingkungan akan memperlemah kapasaitas obligor.

idBB

Memiliki kapasitas agak lemah dalam long-term financial commitments dibandingkan dengan obligor lainnya. Obligor menghadapi ketidakpastian secara terus menerus untuk melawan kondisi bisnis, keuangan dan ekonomi yang memubat kapasitas obligor menjadi tidak memadai.

idB

Memiliki kapasitas yang lemah dalam long-term financial commitments dibandingkan dengan obligor lainnya. Melawan kondisi bisnis, keuangan dan ekonomi akan merusak kapasitas obligor.

idCCC

Kondisi obligor ini rentan dan bergantung pada kondisi bisnis dan keuangan yang membantu untuk mencapai financial commitments.

idSD

Gagal, namun masih ada kemungkinan mencapai financial commitments

idD

Gagal

 

Rating idAA sampai idB dapat dimodifikasi dengan menambahkan tanda (+) atau (-) untuk menunjukkan seberapa kekuatan sesuai dengan kategori rating.

Ngulik Nabung Emas

06-Apr-2019, Oleh: Wawan Hendrayana

Dengan digitalisasi keuangan saat ini makin marak penawaran investasi yang dipermudah dengan teknologi, salah satunya produk tabungan emas oleh PT Pegadaian (Persero) yang saat ini dapat dibeli melalui e-commerce seperti tokopedia. Apakah nabung emas ini lebih menguntungkan dari jenis investasi lainnya?


Potensi Pendapatan Tetap di 2019

16-Mar-2019, Oleh: Wawan Hendrayana

Instrumen surat hutang yang lebih dikenal sebagai obligasi mengalami penurunan harga pada tahun 2018, namun pada tahun 2019 ini menunjukan kenaikan harga yang signifikan. Bagaimana sebaiknya strategi investor dalam instrumen berbasis hutang ini?


Bagaimana Menhindari Investasi Reksadana Bodong ?

02-Mar-2019, Oleh: Wawan Hendrayana

Dengan berkembangnya tekonolgi maka semakin mudah bagi orang yang memiliki kelebihan dana untuk dikembangkan. Sayangnya bila tidak berhati-hati kelebihan dana ini dapat lenyap begitu saja bila kita tertipu oleh investasi ?bodong? yang umumnya lebih agresif dan lebih ?menarik? dibandingkan investasi yang legal.


Menjaga Modal Dengan Reksadana Terproteksi

16-Feb-2019, Oleh: Wawan Hendrayana

Industri reksadana yang terus berkembang melahirkan beberapa jenis reksadana bagi masyarakat indonesia, salah satunya reksadana terproteksi. Sekilas reksadana ini mirip dengan reksadana pendapatan tetap, Sama-sama berbasis obligasi, sama-sama ditujukan untuk investor konservatif dengan jangka waktu investasi di bawah 3 tahun, sama-sama memiliki nilai minimum investasi yang lebih tinggi dibandingkan reksadana saham dan campuran. Jadi apa perbedaannya?


Dengan Investasi, 80 Juta Rupiah Dapat Apa?

13-Feb-2019, Oleh: Praska Putrantyo

Dengan simulasi penempatan uang Rp80 juta pada aset-aset investasi dalam waktu 1 tahun, ternyata dapat memberikan hasil yang cukup menggembirakan, yakni rata-rata sekitar Rp4 jutaan yang mana paling tidak cukup untuk membeli barang-barang yang lebih bermanfaat.


Klik Tautan Ini Untuk Melihat Artikel Lainnya...