Maaf, Untuk Menggunakan Website Ini Silakan Akftifkan Javascript

Daya Tarik Saham

Apa yang menjadi daya tarik saham?

Ada 2 keuntungan yang didapat pemodal dengan berinvestasi pada saham, yaitu melalui dividen dan capital gain. Dividen merupakan keuntungan yang diberikan oleh perusahaan penerbit saham atas keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Dividen biasanya dibagikan setelah ada kesepakatan pemegang saham dan biasanya 1 tahun sekali.

Sedangkan capital gain merupakan selisih harga beli dan harga jual. Sebagai contoh, misalnya anda membeli saham perusahaan A dengan harga per lembar saham Rp 1.400 dan menjual dengan harga Rp 2.000 per lembar saham, berarti anda mendapatkan capital gain sebesar Rp 600 per lembar saham. Umumnya investor jangka pendek mengharapkan keuntungan ini.

Bagaimana agar investor berhak mendapatkan dividen?

Agar investor berhak mendapatkan dividen, pemegang saham tersebut harus memegang sahamnya untuk kurun waktu tertentu hingga kepemilikan tersebut diakui sebagai pemegang saham dan berhak mendapatkan dividen.

Dividen yang diberikan perusahaan dapat berupa dividen tunai, dimana pemegang saham mendapat uang tunai sesuai dengan jumlah saham yang dimiliki dan dividen saham dimana pemegang saham mendapatkan jumlah saham tambahan.

Piala Dunia dan Saham 2026

20-Jun-2026, Oleh: Wawan Hendrayana

Melihat judul di atas, tentu banyak yang bingung. Apakah hubungannya antara Piala Dunia dan saham? Sebelum menjawab pertanyaan ini, umumnya selalu menarik untuk melakukan prediksi atas jalannya Piala Dunia. Bahkan perusahaan sekuritas ternama dunia pun menerbitkan metode analisis berbasis kuantitatif yang dipergunakan untuk meramalkan siapa yang bakal menjadi kampiun dalam perhelatan akbar ini, walau tentunya akurasi model semacam ini sangat jarang tepat.


The Black Swan

06-Jun-2026, Oleh: Wawan Hendrayana

Tahun 2026 merupakan "black swan" dalam investasi pasar modal Indonesia. Sebagai investor pasar modal, tentu kita pernah menghadapi berbagai gejolak seperti perang dagang, kenaikan harga minyak, perubahan kebijakan pemerintah, konflik geopolitik,pelemahan kurs, hingga rebalancing indeks global. Namun kali ini semuanya datang berbarengan. Perang dagang Amerika Serikat kembali memanas, harga minyak melonjak oleh eskalasi konflik Iran, pemerintah Indonesia mengeluarkan serangkaian perubahan kebijakan signifikan mulai dari fiskal, hukum hingga tata niaga ekspor komoditas SDA, sementara rebalancing indeks MSCI memangkas bobot Indonesia dari 1,15% ke 0,5% dalam waktu empat bulan saja. Belum pernah kita mengalami kombinasi tekanan sebanyak ini sekaligus dalam satu periode.


Investasi Aman Untuk Pensiun

23-May-2026, Oleh: Wawan Hendrayana

Sudahkah anda mempersiapkan pensiun? Pertanyaan ini sering kali tertunda untuk dijawab karena merasa masa pensiun masih jauh, padahal justru semakin cepat dipersiapkan semakin ringan beban yang harus ditanggung. Salah satu instrumen yang dirancang khusus untuk tujuan ini adalah Dana Pensiun Lembaga Keuangan atau DPLK. Tidak hanya bermanfaat bagi pekerja, DPLK juga memberi nilai tambah bagi perusahaan yang mengikutsertakan karyawannya.


Reksadana Dollar Jadi Incaran

09-May-2026, Oleh: Wawan Hendrayana

Ditengah tren penguatan mata uang USD (United States Dollar) terhadap semua mata uang dunia termasuk Rupiah tentu menarik untuk berinvestasi dalam mata uang negara Amerika Serikat (AS) ini. Dengan potensi penurunan suku bunga The Fed yang lebih terbatas dan pertumbuhan ekonomi AS yang masih positif maka diperkirakan mata uang USD masih akan kuat dan bahkan dapat kembali terapresiasi, lalu bagaimana tren investasi dalam mata uang ini pada reksadana?


Reksadana Pasar Uang: Primadona di Tengah Ketidakpastian 2026

25-Apr-2026, Oleh: Wawan Hendrayana

Tahun 2026 sudah memasuki kuartal ke-2. Tahun yang semula digadang-gadang positif untuk pasar modal seiring ekspektasi penurunan suku bunga dan perbaikan pertumbuhan ekonomi, ternyata berbeda dari perkiraan analis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara year-to-date (YTD) per 23 April 2026 masih berada di teritori negatif 15% akibat tekanan geopolitik dan kekhawatiran atas fiskal Indonesia. Pun demikian, masih ada instrumen investasi yang menarik, salah satunya reksadana pasar uang.


Klik Tautan Ini Untuk Melihat Artikel Lainnya...